Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Penguatan Ekosistem Sekolah Ramah Anak melalui Pengembangan dan Penerapan Aplikasi Diary Online sebagai Media Pencegahan Bullying Terintegrasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi Sosial-Emosional di MTsS Plus Tarbiyah Tondano” merupakan wujud nyata peran Perguruan Tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang menekankan kesejahteraan psikososial peserta didik.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap fenomena perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan, yang dapat berdampak pada perkembangan emosional dan prestasi belajar siswa. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian mengembangkan Aplikasi Diary Online sebagai media refleksi diri dan pelaporan dini terkait perilaku bullying. Aplikasi ini memungkinkan siswa mengekspresikan perasaan dan pengalaman sosial-emosional mereka dengan aman, sementara guru memperoleh sarana pemantauan untuk mendeteksi potensi perundungan secara lebih cepat dan responsif.
Pengabdian kepada Masyarakat
Selain memperkenalkan teknologi, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan workshop penguatan kompetensi sosial-emosional (Social and Emotional Learning atau SEL). Workshop ini menekankan keterampilan seperti kesadaran diri, empati, pengelolaan emosi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa penerapan program SEL secara konsisten di sekolah mampu meningkatkan perilaku positif, iklim sekolah, serta performa akademik peserta didik.
Fenomena bullying sendiri masih menjadi tantangan global. Studi terbaru menunjukkan bahwa program pencegahan yang efektif memerlukan keterpaduan antara dukungan sosial, kebijakan sekolah, dan pendekatan psikopedagogis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengintegrasian aplikasi digital dengan pembelajaran sosial-emosional menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem sekolah ramah anak yaitu lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Pelaksanaan kegiatan di MTsS Plus Tarbiyah Tondano berlangsung secara partisipatif dan interaktif. Guru, siswa, dan pengelola sekolah berperan aktif dalam simulasi, refleksi, serta penerapan langsung aplikasi diary. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu memperkuat budaya positif, mendorong keterbukaan emosional, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mencegah bullying berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan karakter.
